Melalui Voice For Change, Kompak Jakarta Mendorong Pemerintah Untuk Menghapuskan Praktik Eksploitasi Seksual Anak Di Indonesia

Jakarta, 23 Juni 2021 – KOMPAK Jakarta bersama Aliansi Voice for Change bersama-sama mendorong pemerintah untuk segera menghapuskan segala bentuk praktik Eksploitasi Seksual Anak di Indonesia. Melalui Program Voice for Change KOMPAK turut terlibat aktif dan memiliki gebrakan baru semangat orang muda melalui semboyannya yaitu Youth Voice Matter.

Perwakilan KOMPAK Jakarta, Koordinator KOMPAK Jakarta Gelombang 5 Enrich Samuel Kuncoro menyampaikan Situasi Hak Anak di Indonesia berdasarkan Opini Anak dan Orang Muda di delapan kota di Indonesia. Enrich menyampaikan tiga permasalahan utama yakni 1] Kasus Pelecehan dan Eksploitasi Seksual, 2] Pengabaian dan Penelantaran anak dan 3] Kekerasan Melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Enrich menekankan literasi digital sangat diperlukan anak dan orang muda agar bisa menggunakan media digital dengan cakap, cerdas, baik dan bijaksana di era globalisasi saat ini. Dengan literasi digital, pemerintah diharapkan dapat meminimalisasi dampak dari konten negatif di internet seperti hoaks, kekerasan seksual yang terjadi pada kelompok rentan (anak dan perempuan), perundungan online, penipuan dan konten negatif lainnya yang tentunya berhubungan dengan pornografi anak di dunia online, perdagangan anak untuk tujuan seksual dan eksploitasi seksual anak secara online. Dalam kegiatan Voice for Change National Consultation 2021 ini KOMPAK Jakarta merekomendasikan berbagai program kedepannya kepada pemerintah, yaitu :

  1. Mendorong Kemensos untuk mengembangkan sentra kreasi di 48 kota yang belum terjamah;
  2. Mendorong Kemendes, KemenPar, dan KemenPPA untuk menciptakan program desa wisata bebas eksploitasi diawali dari 8 kabupaten/kota pilot Program Voice for Change;
  3. Voice for Change berkolaborasi dengan KemenPar untuk membuat KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) di tempat-tempat wisata dan fasilitas layanan publik (transportasi umum, hotel, apartemen, restauran, dll);
  4. Melanjutkan kembali Program Gerak Mulai dari Kelurahan Cegah Eksploitasi Seksual Anak (Gemar Cegah ESA) bekerjasama dengan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) untuk menciptakan desa/kelurahan yang ramah anak;
  5. Implementatif Undang-Undang Perlindungan Anak di daerah/provinsi terhadap isu eksploitasi seksual anak.

Melalui Voice for Change National Consultation 2021 KOMPAK Jakarta mengajak masyarakat untuk mengetahui bagaimana suara anak dan kaum muda dapat menjadi aktor kunci dalam menyuarakan pencegahan yang sensitif gender khususnya pada isu Eksploitasi Seksual Anak (ESA) dalam Sistem Perlindungan Anak.

Kegiatan yang dilakukan secara daring dari 22 – 24 Juni 2021 ini mendapatkan perhatian besar dari Bapak Nahar selaku Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA). Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Kementerian Sosial, Kementerian Badan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dan Kementerian Pariwisata.

TENTANG ALIANSI YOUTH FOR CHANGE

Aliansi Suara Anak dan Kaum Muda untuk Perubahan (Aliansi Voice for Change) adalah sebuah jaringan organisasi anak dan orang muda dari komunitas yang menyuarakan perubahan perlindungan anak khususnya terhadap isu ESA di Indonesia. Jaringan ini telah dimulai dibawah Program Down To Zero sejak tahun 2016 – 2020. Tujuannya adalah untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan melindungi anak dari ancaman ESA. Aliansi Voice for Change berkerja sama dengan 3 organisasi utama yaitu Yayasan Plan International Indonesia, Terre des Home dan ECPAT Indonesia. Setiap organisasi memiliki mitra atau anggota yang bekerja langsung dengan kelompok anak di komunitasnya masing-masing. Mitra Aliansi Voice for Change yang tergabung adalah Yayasan Galang Anak Semesta (Lombok), Yayasan Embun Pelangi (Batam), Bandungwangi (Jakarta Timur dan Utara), Yayasan Kesejahteraan Indonesia (Indramayu), Komunitas Orang Muda Anti Perdagangan Orang dan Eksploitasi Seksual Anak (Jakarta), Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (Medan), Perkumpulan Children Crisis Center (Surabaya), Yayasan Kepedulian Untuk Anak Surakarta (Solo), dan Yayasan Lentera Anak Bali (Bali).

Tujuan utama Aliansi ini adalah untuk memperkuat anak dan orang muda dalam berorganisasi dan memberdayakan mereka untuk bersuara di ruang publik di tingkat nasional. Bersama seluruh anggota, Aliansi Voice For Change diharapkan dapat menggaungkan suara anak dan orang muda supaya dapat menjadi bagian yang penting dalam peningkatan Sistem Perlindungan Anak untuk pencegahan dan penanganan Eksploitasi Seksual Anak yang ramah anak dan sensitif gender.

Melalui Program Gerak Mulai dari Kelurahan Cegah Eksploitasi Seksual Anak (Gemar Cegah ESA) KOMPAK Jakarta telah melakukan advokasi di tingkat lokal sebagaimana kasus dan permasalahan yang telah ditemukan oleh anggota KOMPAK Jakarta. Advokasi sebagai ‘penyampaian kebenaran kepada pemangku kepentingan’ merupakan langkah-langkah yang difokuskan untuk mempengaruhi para pemangku kepentingan untuk mengubah kebijakan dan tindakan. Bersama-sama dengan anak dan orang muda dari seluruh Indonesia KOMPAK Jakarta menciptakan sebuah strategi advokasi di tingkat lokal untuk memastikan pemerintah menerapkan kebijakan untuk melindungi anak dalam situasi ESA.   

Penulis : Retno Ayu Lestari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.